'Banyak bahaya akan mengancammu...' Tiuri terduduk dengan tegak dan memandang ke jendela. Ia tidak melihat apa pun, tidak ada bayangan orang. Jadi, bisa saja tadi hanya khayalannya. Coba itu betul! Ia tidak mungkin menuruti permintaan suara itu, sekalipun terdengar begitu mendesak. Ia menutup wajah dengan kedua tangan dan berusaha mengusir pergi semua pemikiran dari dalam hatinya. Namun, sekā¦