Semua yang terjadi dalam catatanku ini adalah nyata. Mereka ada meski tak kasat mata. Prana adalah anak biasa yang tumbuh normal layaknya anak-anak lain. Namun saat berusia 5 tahun, Prana jatuh sakit dan mengalami demam tinggi selama berhari-hari. Pada hari ke-8 penyakitnya, dia menyadari ada yang salah dengan dirinya... terutama indera penglihatannya...
Petualanganku ke dunia arwah telah membuatku masuk ke radar perburuan. Aku yang selama ini sibuk mengisi buku Jurnalku dengan kisah-kisah mistis mulai terendus oleh sesosok iblis yang sangat kuat… Iblis yang memiliki symbol itu. Simbol yang meluruhkan kekuatanku hanya dengan melihatnya saja. Dan sialnya, di saat aku lengah, ia datang menjemputku
"Namaku Prana. Aku bisa melihat dunia arwah dari mata saudara kembarku yang sudah meninggal. Semula, kemampuan ini kuanggap petaka. Namun lambat laun, aku bisa memanfaatkannya ke jalan kebaikan, tapi sayangnya hal itu tak bertahan lama. Kini aku terjerat. Aku merasa diincar oleh sekte pemuja iblis yang jahat..."
Aku memanggilnya si Kuning. Sesosok perempuan Tionghoa berambut sebahu, dengan wajah rata tanpa mata, hidung, dan mulut, hanya lekukan yang terlihat. Biasanya aku akan ketakutan setiap melihat hantu, tapi tidak kali ini. Mungkin karena wujudnya yang bagus, atau bisa juga karena dia tidak ada usaha untuk menyerang seperti yang biasanya kualami. Potongan ingatan akan pertemuan dengannya muncu…