Bernard Malamud’s second novel, originally published in 1957, is the story of Morris Bober, a grocer in postwar Brooklyn, who “wants better” for himself and his family. First two robbers appear and hold him up; then things take a turn for the better when broken-nosed Frank Alpine becomes his assistant. But there are complications: Frank, whose reaction to Jews is ambivalent, falls in love…
Disclaimer Cerita dalam novel ini mengandung materi yang diperuntukkan untuk pembaca 17 tahun keatas. Tidak dianjurkan untuk dibaca anak-anak di bawah umur 17 tahun, dikhawatirkan adanya alur yang tidak sesuai dengan umur tersebut. Novel ini memiliki genre pembunuhan, horor, dan misteri ini memiliki jalan cerita yang membuat para pembaca akan penasaran terkait akhir dari cerita pada novel terse…
Kali pertama bertemu Kala, tidak pernah ada di benak Clara bahwa mereka akan menjadi lebih dari sekadar teman diskusi. Clara hanya merasa senang berbicara dengan Kala, sebab laki-laki itu mendengar dan memberikan perhatian penuh. Kemudian, ia mendapati dirinya tetap merasa nyaman ketika hanya ada keheningan di antara mereka. Hal ini menjadi sulit karena Clara tahu, ia terlalu rumit untuk dimeng…
Sungguh beruntung orang yang mempunyai wajah mirip selebriti. Tanpa melewati beratnya meniti karier, kadang dengan mudah ikut kecipratan rezeki. Akan tetapi, situasi yang tak menguntungkan menjerat Hanif Yahya, pemuda asal Irak. Wajahnya mirip dengan Uday—putra sulung Presiden Saddam Hussein yang kejam dan sadis—membuatnya terjebak dalam dunia penuh kebiadaban yang tak terbayangkan. J…
Sc Cilandak ( Gold / Fluent ) That's Dragonsdale, a riding school run by Cara's dad. All Cara's friends are busy preparing their dragons for the Island Championships. But ever since her mom's terrible accident, Cara herself is forbidden to ride. Against her father's wishes, she trains the wild dragon Skydancer in secret, and dreams of a day when she, too, can take flight!
Selama ini metode pengajaran yang paling dominan atau umum digunakan oleh para guru/pengajar dalam proses belajar-mengajar adalah menggunakan metode ceramah, selain juga metode diskusi dan tanya-jawab. Tentu saja, hal yang digunakan oleh para guru,/pengajar tersebut adalah benar. Namun apakah sebagian besar siswa didik merasa “bahagia dan nyaman" ketika belajar menggunakan metode ceramah …