Aku mengerti, hakikat MATI adalah dia, yang kini berada tepat di sebelahku: Si Mati, seakan menantang, seringkali aku memergokinya—diam-diam—tengah melihat ke arahku dengan binar nanar yang memudar. Entah apa yang dipikirkannya tentangku. Aku tak tahu, dan juga tak mau tahu. Bisu adalah bahasanya. Takdirku adalah hidup. Sedangkan takdirnya adalah mati ... Aku dan dia, bisakah menjadi sahabat?
Selalu ada yang tak terkisahkan dalam sebuah perjalanan. Bahkan dalam sebuah kisah, selalu ada yang tak terceritakan.
Kelir Slindet adalah sebuah potret kelam masyarakat desa yang terjebak dalam budaya dan mentalitas kemiskinan struktural: budaya dan mentalitas “pasangan Saritem dan Sukirman” yang telah melanggengkan kemiskinan, kejumudan, kemaksiatan, dan kemudaratan yang berkelindan dari generasi ke generasi. Keberhasilan Kedung Darma Romansha merekonstruksi “realita” kelam tersebut hanya bisa dicapa…
Di bawah kekuasaan Sultan Agung, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa. Semua perjuangan itu bermula dari keinginannya memenuhi cita-cita kakeknya, Sutawijaya. Sultan Agung bertekad untuk menaklukkan tanah Jawa dan mengusir penjajah. Perjuangan itu bukan tanpa pengorbanan dan air mata. Perjuangan yang melibatkan berbagai taktik dan gelaran perang. Perjuangan penuh iringan dencin…