"Pendidikan nasional menurut paham Taman Siswa ialah pendidikan yang beralaskan garis-hidup dari bangsanya (cultureel-nationaal) dan ditujukan untuk keperluan peri-kehidupan (maatschappelijk) yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya, agar dapat bekerja bersama-sama dengan lain-lain bangsa untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia." (Ki Hadjar Dewantara, 1930)
from the back cover: "...Pengajaran harus bersifat kebangsaan... . Kalau pengajaran bagi anak-anak tak mungkin mempunyai rasa cinta bangsa dan makin lama terpisah dari bangsanya, kemudian barangkali menjadi lawan kita... . Pengajaran Nasional itulah hak dan kewajiban kita...".
In my mind rose a misty picture of a little girl in a floral dress. As for her face: nothing. I could only hope that she had been pretty. I sat overcome. What a procession of developments in one day! Only that morning I had left Madiun; at midday I was wobbling on a buggy past an ocean of rice fields; tonight, suddenly, I had been renamed by my parents and handed a wife. Thus begins Sastroda…