Di balik segala kekacauan yang dibuatnya, Georgette selalu mempunyai tujuan. Untuk melawan perilaku arogan dari pria angkuh seperti Lukas. Ia bertemu fotografer tampan yang terkenal itu setahun sebelumnya. Dalam momen yang begitu memalukan. Georgette terpaksa menurut saat ayahnya memberikan syarat agar proyek rumah singgah yang ia perjuangkan disetujui. Ia harus bekerja sebagai asisten Lukas…
SRIHADI SOEDARSONO 70 Year Journey of Roso Srihadi Seodarsono (Born Solo, 4 December 1931) is not only an important figure in the development of Indonesia's modern art history, but also made significant contributions to the independence struggle for the Republic of Indonesia, and pioneered tertiary art education in Indonesia. Known as a prominent painter in Indonesia, Srihadi's private co…
Apa itu karya seni dan sejak kapan hal itu ada? Bagaimana mulanya kesenian dipandang sebagai tiruan atas alam? Dapatkah kesenian dinilai dari fungsi sosialnya? Mengapa komposisi tertentu cenderung dianggap indah? Dari mana asal-muasal gagasan tentang seniman sebagai seorang jenius dan konsepsi soal fiksi sebagai wacana yang otonom terhadap evaluasi faktual? Mengapa seni dibedakan dari kerajinan…
Di sebuah dataran tandus dan terpencil, Tuan Mahmut dan asistennya, Cem, bekerja menggali sumur dengan berbekal peralatan tradisional dan naluri yang kuat. Kondisi yang berat itu mendekatkan mereka, bahkan mengubah hubungan tuan-asisten tersebut menjadi seperti ayah-anak. Sementara air yang dinanti tak kunjung muncul, Cem justru terpikat primadona teater keliling, seorang wanita berambut merah.…
Kementerian Maha Kebahagiaan membawa kita pada suatu perjalanan berpuluh tahun lamanya—kisah yang bergulir dari Old Delhi yang padat, sudut-sudut baru ibu kota yang semarak, hingga Lembah Kashmir dan hutan-hutan di India Tengah, di mana perang adalah damai dan damai adalah perang, dan di mana, dari waktu ke waktu ‘kenormalan” dimaklumatkan. Ini adalah kisah cinta yang memilukan sekali…
Beautifully illustrated rendition of the legendary women of the Bible.
Bertahun-tahun kemudian, saat menghadapi regu tembak yang akan mengeksekusinya, Kolonel Aureliano Buendia jadi teringat suatu sore, dulu sekali, ketika diajak ayahnya melihat es. Riuh rendah pipa dan drum panci yang berisik mengiringi kedatangan rombongan Gipsi ke Macondo, desa yang baru didirikan, tempat Jose Arcadio Buendia dan istrinya yang keras kepala, Ursula, memulai hidup baru mereka.…