Rancak, kerbau kesayangan Ibra, sakit. Kerbau itu tidak mau makan. Perutnya kembung dan sepanjang malam ia menguak-nguak kesakitan. Ibra tidak tega melihatnya. Biasanya ayah yang turun tangan. Namun, pada hari itu Ayah tidak ada di rumah. Ibu kebingungan. Bisakah dia sendirian menolong Rancak? Bisakah Rancak sembuh? Mari, kita cari tahu jawabannya dalam buku ini!
Saat bermain karet dan petak umpet bersama Bayu dan Dita, Nana selalu menyebutkan angka hingga suaranya serak.
Ega diberi uang oleh bapaknya. Ia mau membeli sesuatu dengan uang itu. Ega minta Dani untuk menemaninya ke pasar. Ternyata di pasar banyak barang menggiurkan. Ega dan Dani dibuat tidak tahan. Beli ini dulu atau beli yang direncanakan itu? Apakah Ega dan Dani mendapatkan yang mereka mau?
Okta dan Alfa ingin berlibur ke Museum Sains, tetapi orang tua mereka harus pergi bekerja. Jadi, Okta dan Alfa akan menghabiskan liburan di rumah kakeknya. Mereka mengira liburan ini akan menjadi liburan yang membosankan. Namun, tunggu sampai mereka tahu kejutan dari Kakek
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa ke mana?
Janu bingung dan takut. Sekolah memberi surat edaran, tapi Janu lupa menyerahkan surat itu kepada ibu. Ibu sangat disiplin, apalagi kelau menyangkut soal uang. Semua harus direncanakan. Jadi, jJanu memutuskan untuk mengumpulkan uang dengan caranya sendiri. Apa yang dilakukan Janu untuk mendapatkan biaya darmawisata sebesar Rp.800.000 dalam waktu 10 hari itu?
Arkan akan naik kuda renggong. Musik sudah terdengar, rombongan kuda sudah ada di halaman, dan orang orang sudah berkumpul di rumah Arkan. Namun, Kudanya ternyata sangat besar dan menyeramkan. Apakah Arkan berani duduk di pangkuan kuda?
Nala, gadis kecil seumuran Suri, pindah ke depan rumah Suri. Suri tidak sabar untuk bermain bersama Nala. Namun, bermain bersama tidak semudah yagn diharapkan. Mengapa Suri dan Nala kesulitan, ya? Apa yang harus mereka lakukan agar mereka lebih gembira.
Tora baru saja pindah ke pohon baru yang nyaman. Sayangnya, dia jadi malas bergerak. Bahkan dia sering menunda keinginan buang air besar. Akibatnya, Tora malah jadi susah buang air besar. Tora meminta bantuan Kira dan Jedi. Cara apa yang disarankan oleh dua sahabat Tora itu
Oddang bingung untuk menghabiskan waktu libur sekolahnya, sehingga pada akhirnya Ayah Oddang mengajaknya ke bengkel pembuatan kapal pinisi. Ayah Oddang pun bercerita banyak tentang kapal pinisi yang sudah menjadi kebanggan masyarakat Bugis.