Record Detail Back

XML

The Hobbit


The Hobbit adalah sebuah novel petualangan fantasi epik karya pengarang kenamaan dunia J.R.R. Tolkien. Pertama kali ditulis pada tahun 1937 dan merupakan prekuel dari saga The Lord of the Ring nan legendaris. Dalam waktu yang tidak berapa lama, seri novel fantasi ini pun segera mendapat sambutan positif dari para pembaca di Inggris dan Amerika, sebelum kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pengarang yang juga sahabat karib dari C.S. Lewis (pengarang seri The Chronicles of Narnia) ini memang memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang sastra. Selain itu, beliau juga merupakan seorang dosen linguistik sehingga kemampuan kebahasaannya tidak diragukan lagi.

Dalam seri petualangan yang dikisahkan berlangsung di Middle Earth ini, Tolkien dengan hampir sempurna telah membangun sebuah dunia rekaan yang sangat komplit (high fantasy), lengkap dengan bangsa-bangsa legendaris di dalamnya, mulai dari manusia, hobbit (semacam manusia kerdil tapi lebih kecil daripada kurcaci), kurcaci, penyihir, elf¸ troll, dan banyak monster-monster legendaris lainnya. Lebih dari itu, Tolkien bahkan menciptakan bahasa peri dan bahasa kuno dalam serinya ini (yang lampiran lengkapnya bisa dilihat pada buku The Return of the King).

Cerita dalam The Hobbit adalah tentang petualangan sekelompok pencari harta yang hendak mengklaim kembali harta milik leluhurnya yang telah direbut oleh naga jahat Smaug. Kelompok ini terdiri dari 13 kurcaci, satu hobbit, dan satu penyihir. Dalam perjalanan tersebut, kelompok itu harus menghadapi berbagai marabahaya dan rintangan, baik berupa bentang alam yang keras hingga monster-monster mengerikan dari sudut-sudut gelap Middle Earth, seperti orc, troll, serigala, elf galak, dan naga. Sebuah perjalanan akbar yang akan mengubah banyak hal, mulai dari karakter Bilbo Baggins—sang hobbit—hingga sejarah dari Middle Earth itu sendiri.

Kisah dimulai ketika Bilbo Baggins, seorang hobbit yang pengecut sekaligus bersahaja, diminta oleh sang penyihir kelabu, Gandalf, untuk meminmpin 13 kurcaci dalam melacak harta milik leluhur mereka. Hara itu disembunyikan di sebuah gua di kawasan Gunung Sunyi dan dijaga oleh seekor naga ganas. Bahkan sebelum menghadapi sang naga, kelompok ini sudah harus menghadapi berbagai monster yang mengerikan saat menembus Pegunungan Berkabut dan hutan Mirkwood. Dalam perjalanan tersebut, Bilbo tanpa sengaja mendapatkan sebuah cincin sakti yang bisa membuatnya tidak terlihat. Cincin inilah yang kelak akan menjadi pemicu dari pecahnya perang besar yang akan mengubah wajah Middle Earth selamanya. Bagi pembaca yang sudah membaca seri Lord of the Ring pasti tahu apa cincin yang ditemukan oleh Bilbo ini. Ya, itu adalah cincin sakti milik Sauron.

Walau memiliki kekuatan yang luar biasa bagi pemilik aslinya, bagi manusia atau hobbit biasa, cincin itu hanya bisa membuat pemakainya tidak terlihat. Namun, ini sudah lebih dari cukup untuk menyelamatkan Bilbo dan kelompoknya dalam menghadapi berbagai rintangan dan bahaya, dan sangat bermanfaat saat mereka akhirnya harus menghadapi sang naga, Smaug. Sebagai mana seri-seri epic karya Tolkien, novel The Hobbit diakhiri oleh adegan pertempuran yang luar biasa seru, yakni gabungan antara manusia-kurcaci-penyihir-hobbit dalam menghadapi naga angkara Smaug yang telah meneror Middle Earth.

Kepiawaian Tolkien dalam menyusun kisah petualangan Bilbo dan kawan-kawan di Middle Earth ini begitu memukau, begitu komplet, sehingga pembaca akan menutup buku dengan perasaan puas. The Hobbit telah memiliki hampir semua yang dibutuhkan oleh sebuah kisah fantasi: petualangan, penyihir, monster, naga, pahlawan, pertempuran, juga setting dunia rekaan yang memesona. Sudah tidak terhitung berapa banyak pembaca yang jatuh cinta pada alam Middle Earth, yang karena kepiawaian sang penulis dalam mendeskripsikannya menjadikan pesona Middle Earth begitu tegas di benak pembaca. Tolkien bahkan menyusun sendiri kosakata bahasa elf dan bahasa kuno di Middle Earth, sungguh ini adalah sebuah upaya yang tidak setengah-setengah dalam menulis sebuah novel. Tolkien memang memiliki ciri khas mendeskripsikan sesuatu dengan begitu detail, bahkan saking detailnya pembaca bisa terseret dalam dunia rekaannya itu.

Bagi pembaca awal, novel ini mungkin terasa agak sendu dan muram. Mungkin, ini dipengaruhi oleh masa penulisan The Hobbit, yakni paska Perang Dunia Pertama dan menjelang Perang Dunia Kedua. Ada pendapat bahwa seri The Return of the King digunakan Tolkien sebagai refleksi dari jalannya Perang Dunia Kedua. Bahkan, kata hobbit kini telah masuk dalam kamus Oxford Dictionary untuk merujuk pada makhluk rekaan dalam karya Tolkien ini. Luar biasa, seorang penulis yang menyumbangkan satu kata baru pada kamus.

Untuk The Hobbit versi Indonesia, terjemahannya luar biasa bagus. A. Adiwiyoto begitu luwes dalam menerjemahkan Middle Earth beserta peristiwa-peristiwa besar di dalamnya. Lihatlah dalam potongan-potongan lirik lagu di atas, yang diterjemahkan hingga ke tingkat rima. Susunan kalimatnya juga mengalir lancar sehingga membuat proses pembacaan The Hobbit menjadi begitu mengalir dan menyenangkan. Tahu-tahu, buku selesai dibaca dan terpaksa kita berpisah sejenak dengan Bilbo Baggins untuk berjumpa lagi di seri selanjutnya, bersama keponakannya Frodo Baggins.

Bagi saya, The Hobbit merupakan novel kedua setelah Harry Potter and the Philosopher Stone yang berjasa besar mengenalkan keragaman kisah fantasi dunia kepada pembaca Indonesia. Dari novel inilah, saya pertama kali mengenal sebuah petualangan fantastis yang terjadi sebuah dunia yang baru serta penuh pesona mitologis dan legenda—dan langsung menyukainya. Karena kehebatan dan perannya sebagai tonggak novel fantasi abad ke-20, The Hobbit layak dimasukkan sebagai satu dari 1001 buku yang wajib Anda baca dari khazanah sastra dunia.

The King beneath the mountains,
The king of carven stone.
The lord of silver fountains
Shall come into his own

Raja di Bawah Gunung
Raja yang kaya raya
Yang harta bendanya menggunung
‘kan kembali kepada miliknya. (hlm 229)


Tolkien, J.R.R - Personal Name
9789792286335
Printed Book
Indonesia
Kompas Gramedia Pustaka Utama
2013
Jakarta
348p; bw; pbk
LOADING LIST...
LOADING LIST...
LOADING LIST...